Entri Populer

Senin, 18 Maret 2013

TEHNIK PENGAMBILAN SAMPEL DARAH PADA TERNAK


BAB I
ALAT BAHAN DAN PROSEDUR KERJA

1.1.    Alat dan Bahan
a.    Alat
Alat  yang digunakan dalam praktikum tehnik pengambilan darah pada ternak yaitu satu set Blood Kit Sampling yang terdiri dari:
  1. Tabung Hisap (Vacum Tube)
  • Ø Tabung hisap yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya dibedakan menjadi tiga warna tutup tabung, yaitu:
    • Merah  : tanpa heparin (zat anti pembekuann darah)
    • Hijau    : dengan anti koagulan (lhitium heparin)
    • Ungu    : dengan anti koagulan EDTA (Ethylene Diamaine Tetraacetic Acid )
    • Ø Selain disesuaikan dengan kandungan anti koagulannya, yang harus diperhatikan adalah volume dari tabung tersebut. Biasanya ini disesuaikan dengan kebutuhan jumlah sampel darah yang diperlukan. Tabung ini terdiri dari beberapa ukuran yaitu 5 ml, 7 ml dan 9 ml. Tabung harus diisi sesuai dengan kapasitas volumenya.
    • Ø Harus diperhatikan pula mengenai tanggal kaddaluarsa dari tabung yang terdapat pada label karena berpengaruh terhadap zat anti koagulan yang terkandung di dalam tabung.
  1. Jarum Hisap (Multi Drawing Needle)
  • Ø Jarum hisap tesedia dalam berbagai macam ukuran yang disesuaikan dengan jenis ternak yang akan diambil sampelnya, yaitu sebagai berikut:
    • No. 14, 16, 18  : untuk ternak sapi dan kerbau
    • No. 23 atau 25 : untuk ternak kelinci
    • No. 21              : untuk ternak ayam
    • No. 14 – 16      : untuk ternak domba atau kambing
  1. Standar Tube Holder
  • Ø Sebagai tempat Multi Drawing Needle dan Vacum Tube
  1. Spuit
  2. Cooler Box
b.    Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum tehnik pengambilan darah ternak ini adalah:
1. Ternak ayam dan kelinci
2. Alkohol
3. Kapas
           
1.2.    Prosedur Kerja
a.    Tehnik Pengambilan Sampel Darah pada Kelinci
1. Siapkan kelinci pada kotak kekang
2. Praktikan menahan kepala kelinci
3. Bersihkan bagian yang akan ditusuk dengan kapas yang telah dibasahi alkohol
4. Darah diambil dengan cara menusukkan jarum di vena lateralis yang berada di atas telinga
5. Tampung darah menggunakan vacum tube sesuai dengan kebutuhan

b.    Tehnik Pengambilan Sampel Darah pada Ayam
1. Siapkanayam dalam posisi berbaring sambil dipegang
2. Praktikan menahan kepala ayam ke satu sisi  dan membuka sayap
3. Bersihkan bagian yang akan ditusuk dengan kapas yang telah dibasahi alkohol
4. Darah diambil dengan cara menusukkan jarum di vena pectoralis yang berada di  bawah sayap
5. Tampung darah menggunakan vacum tube sesuai kebutuhan











BAB II
HASIL PENGAMATAN

            Hasil pengamatan dari demonstrasi praktikum pengambilan darah pada ternak dapat diperoleh beberapa informasi singkat, yaitu pengambilan sampel darah ternak merupakan salah satu hal penting dalam bidang peternakan, pengambilan sampel darah ternak harus dilakukan secara cermat dan hati-hati agar tidak menyebabkan hal yang membahayakan ternak tersebut dan ada dua cara pengambilan sampel darah pada ternak yaitu dengan menggunakan vacum tube dan dengan menggunakan suntikan.

2.1.      Hasil Pengamatan Pengambilan Sampel Darah pada Kelinci
          Pengambilan sampel darah pada kelinci dilakukan pada bagian vena lateralis yang berada pada telinga. Sebelumnya pada daerah tersebut dibersihkan menggunakan kapas yang telah diberi alkohol terlebih dahulu. Jarum suntik yang telah dipasangkan dengan tabung hisap ditusukkan pada bagian vena lateralis dengan bagian jarum yang runcing berada di bawah. Ujung jarum diusahakan masuk ke dalam vena tersebut dan diupayakan pula supaya jarum suntik tersebut tepat sasaran dan tidak melenceng ke bagian yang lain. Darah ditampung sebanyak jumlah yang dibutuhkan.

2.2.      Hasil Pengamatan Pengambilan Sampel Darah pada Ayam
     Pengambilan sampel darah pada ayam tidak jauh berbeda dengan pengambilan sampel darah pada kelinci, yang berbeda hanya tempat pengambilan sampel darah dan ukuran jarum serta tabung hisap yang digunakan. Pada ayam, pengambilan sampel darah dilakukan pada vena pectoralis yang berada di bawah sayap. Sama seperti apa yang dilakukan pada kelinci, terlebih dahulu dibersihkan dengan kapas yang telah diberi alkohol dan jarum suntik langsung dimasukkan ke vena pectoralis dengan posisi jarum yang runcing berada di bawah. Ujung jarum suntik disarankan masuk ke dalam vena tetapi tidak sampai melukai bagian yang lain. Arah jarum suntik harus tepat sasaran. Darah yang diperoleh ditampung sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.

BAB III
PEMBAHASAN

     Pengambilan darah (venesectio) merupakan salah satu hal yang terpenting dari kegiatan peternakan. Tujuan pengambilan darah ternak yaitu untuk mengetahui tingkat kadar suatu zat yang terkandung dalam darah ternak tersebut. Pengambilan sampel darah ternak dapat juga di gunakan untuk mengidentifikasi suatu penyakit yang menyerang atau diderita ternak tersebut. Pengambilan sampel darah pada ternak tidak bisa di lakukan dengan cara sembarangan, di perlukan kecermatan dan ketelitian yang tinggi. Terdapat dua metode untuk mengambil sampel darah pada ternak yaitu dengan menggunakan vacuum tube dan dengan menggunakan suntikan.
     Pada dasarnya tekhnik pengambilan sampel darah pada berbagai jenis ternak hampir sama. Perbedaan yang mendasar hanya pada tempat pengambilan sampel darah danukuran jarum yang digunakan. Namun pada prosedur dan tehniknya hampir sama.
     Posisi ternak yang akan diambil sampel darahnya harus dalam posisi yang nyaman dan kondisi ternak tenang. Selain akan mempermudah dalam pengambilan sampel darah, juga akan lebih meminimalisir rasa sakit pada ternak dan hal tersebut merupakan salah satu kaidah “animal welfare” atau yang biasa di sebut kesejahteraan hewan. Untuk sebagian ternak yang ukuran tubuhnya agak besar sehingga susah untuk diposisikan dalam posisi yang tepat, maka bisa digunakan penjepit atau kerangka. Namun untuk ternak yang ukuran tubuhnya kecil maka cukup dipegang oleh praktikan pada bagian tertentu.
     Pertama-tama cari titik pada tubuh ternak yang banyak mempunyai pembuluh darah sehingga akan mempermudah dalam pengambilan darah. Bagian tersebut sebelumnya perlu dibersihkan dengan alkohol. Pembersihan tersebut berfungsi untuk menghindarkan dari adanya bakteri (sterilisasi). Selain untuk sterilisasi, pembersihan dengan alkohol dapat meminimalisir terjadinya infeksi pada ternak setelah dilakukan pengambilan sampel darah.
     Jarum yang merupakan alat suntik yang digunakan dalam pengambilan sampel darah ini memepunyai bermacam-macam ukuran. Ukuran tersebut telah disesuaikan dengan tempat pengambilan sampel darah supaya jarum tersebut tepat sasaran dan tidak melukai bagian yang lain. Apabila jarum tersebut tidak sesuai dengan ukuran tempat pengambilan sampel darah, maka pengambilan sampel darah akan sulit dilakukan.
     Alat suntikdiposisikan secara tepat ketika pengambilan sampel darah. Bagian jarum yang runcing berada di bawah (posisi jarum menengadah ke atas) sehingga fungsinya berjalan dengan baik yaitu untuk menngambil darah supaya terhisap oleh tabung hisap. Selain itu, ujung jarum usahakan masuk atau tertutupi sehingga darah akan mudah masuk pada jarum tersebut.            Alat suntik tersebut di suntikkan berlawanan arah dengan pembuluh darah dan di masukkan dengan lurus tidak keluar dari pembuluh darah. Pada saat jarum suntik telah masuk ke dalam pembuluh darah ternak, di usahakan jangan menggerakan alat suntik karena bisa merobek pembuluh darah pada ternak dan dapat mengakibatkan pembengkakan pada bagian tersebut akibat pembuluh darahnya pecah. Apabila itu terjadi, maka dapat membahayakan ternak dan kesehatan ternak akan terganggu akibat rasa sakit yang ditimbulkan dari daerah yang membengkak tersebut.
     Darah diambil secukupnya sesuai dengan kebutuhan. Alangkah baiknya jika melakukan kesalahan pada saat pengambilan sampel darah sehingga menyebabkan terjadinya bengkak maka untuk selanjutnya bisa mencari titik lain yang tidak berdekatan dengan daerah yang bengkak untuk mengurangi rasa sakit pada ternak.
     Pengambilan sampel darah pada kelinci dilakukan di bagian telinga, karena pada bagian tersebut banyak mengandung penbuluh darah dan pembuluh darah tersebut tepatnya di vena lateralis dengan mudah dapat terlihat pada bagian telinga kelinci karena sifatnya yang tipis dan sedikit transparan apabila di terawang pada tempat yang cukup cahaya. Sedangkan pengambilan sampel darah pad ayam dilakukan di bawah sayap tepatnya pada bagian vena pectoralis. Vena pectoralis banyak mengandung pembuluh darah dan dari luar pembuluh tersebut terlihat berwarna biru.





BAB IV
KESIMPULAN

     Dari hasil praktikum, mahasiswa dapat mengetahui bagaimana tekhnik pengambilan sampel darah pada ternak. Pengambilan sampel darah ternak dapat menggunakan vacum tube atau dengan menggunakan jarum suntik. Pengambilan sampel darah ternak harus dilakukan dengan steril dan cermat agar tidak terjadi kesalahan dan melukai hewan ternak.
     Pengambilan sampel darah pada ternak perlu diketahui tempat atau daerah tubuh ternak yang mempunyai banyak pembuluh darah dan mudah untuk pengambilannya. Diperhatikan pula prosedur dalam pengambilan sampel darah supaya proses pengambilan sampel darah berjalan lancar tanpa mlukai tubuh ternak. Alat yang digunakan mempunyai berbagai macam ukuran dan jenis sehingga mempunyai fungsi masing-masing yang telah disesuaikan untuk mengoptimumkan hasil pengambilan sampel darah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar